Nama : Muhammad Dicky Yanuar
NIM :
20060484152
Kelas : 2020 A
HASIL PEMBELAJARAN PENCAK SILAT :
Kompetensi
: Ukuran keberhasilan orang yang diajar dalam suatu perkuliahan.
Variabel
Kompetensi : Seorang yang sudah belajar akan memperoleh kompetensi atau keberhasilan
apabila :
1. Memiliki pemahaman yang luas
2. Mampu menjelaskan secara
lisan maupun tulisan
3. Mampu melakukan sesuai
konsep
SEJARAH
PENCAK SILAT
Pencak
silat Indonesia sebagai suatu mobilitas alat untuk mempertahankan diri dalam
mencapai kesejateraan hidup warga masyarakat nusantara,
dalam praktek kesehariannya berfungsi sebagai
alat pembelaan diri. Ikatan Pencak Silat
Indonesia (IPSI) adalah organisasi nasional Indonesia yang membawahi kegiatan
Pencak silat secara resmi , antara lain menyelenggarakan
pertandingan, membakukan peraturan dan lain-lain. Pencak Silat sebagai bagian dari
kebudayaan bangsa Indonesia berkembang sejalan dengan sejarah masyarakat
Indonesia. Dengan aneka ragam situasi geografis dan etnologis serta
perkembangan zaman yang dialami oleh bangsa Indonesia, Pencak Silat dibentuk
oleh situasi dan kondisinya. Kini Pencak Silat kita kenal dengan wujud dan
corak yang beraneka ragam, namun mempunyai aspek-aspek yang sama.
ASPEK – ASPEK DAN
TUJUAN PENCAK SILAT
a) Pencak silat sebagai ajaran kerohanian
• Menimbulkan rasa tenggang rasa, percaya terhadap diri
sendiri, serta disiplin yang tinggi.
• Membangun rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air, hal ini juga didukung
dengan
kehadiran pencak silat sendiri sebagai suatu bela diri tradisional Indonesia.
• Meningkatkan rasa persaudaraan, pengendalian diri, serta tanggung jawab
sosial yang tinggi.
• Mendorong rasa solidaritas sosial, keinginan untuk kemajuan, kejujuran,
kebenaran, serta
keadilan bagi para pengikutnya,
b) Pengembangan Aspek Bela Diri
• Meningkatkan
efektifitas serta keterampilan dalam hal bela diri untuk menjaga keselamatan
serta harga diri baik bagi para pengikutnya maupun bagi bangsa dan negara.
•
Meningkatkan sikap tanggap, cermat, serta peka dalam menanggapi maupun memahami
segala permasalahan yang dihadapi.
•
Meningkatkan ketangguhan atau keuletan dalam pengembangan kemampuan dasar dari
dalam diri masing-masing.
c) Pengembangan Seni
•
Menanggulangi serta mengurangi pengaruh budaya asing yang bersifat negatif,
serta
mendorong adanya sikap untuk dapat menyaring budaya asing yang positif dan
berguna
dalam pembangunan budaya bangsa.
•
Mengembangkan nilai-nilai pencak silat yang lebih diarahkan atau disesuaikan
dengan
penerapan nilai-nilai kepribadian dalam Pancasila.
•
Pengembangan nilai-nilai budaya luhur demi memperkuat kepribadian kebudayaan
bangsa.
d) Pengembangan Olahraga
•
Mendorong sifat sportivitas bagi para pengikutnya.
•
Meningkatkan prestasi melalui pertandingan-pertandingan olahraga pencak silat.
•
Meningkatkan kebiasaan hidup sehat melalui olahraga pencak silat
e)
Pengembangan Pendidikan
• Meningkatkan
pengetahuan yang lebih dalam.
•
Pembentukan sikap yang lebih positif dan efektif yang bermanfaat pula dalam
upaya
penyesuaian terhadap lingkungan sekitarnya.
•
Membantu pembentukan keterampilan, seperti dalam mengambil keputusan serta
memecahkan permasalahan yang dialami.
•
Meningkatkan fungsi organ tubuh karena pencak silat merupakan bagian dari
olahraga yang
menggunakan kemampuan otot serta kekuatan tubuh dan keseimbangan.
A. LAMBANG
KEBESARAN IPSI
Kode Etik, Ada
2 Kode etik manusia Pencak Silat Indonesia, yakni Ikrar Pesilat Indonesia dan
Sapta Prasetya Pesilat Indonesia. Yang disebut pesilat Indonesia, adalah
“Prasetya Pesilat Indonesia”, yang berarti pernyataan pesilat Indonesia kepada
dirinya sendiri.
Ada 9 makna lambang IPSI sebagai
berikut:
·
Warna
Dasar Putih : berarti suci dalam amal perbuatan
·
Warna
Merah : berarti berani dalam kebenaran
·
Warna
Hijau : berarti ketenangan dalam menghadapi segala sesuatu yang menuju
emantapan jiwa, karena selalu beriman dan bertauhid kepada Tuhan Yang Maha Esa
secara hikmat dan syahdu
·
Warna
Kuning : berarti bahwa IPSI mengutamakan budi pekerti dan kesejahteraan lahir
dan batin dalam menuju kejayaan nusa dan bangsa
·
Bentuk
Perisai Segi Lima : berarti bahwa IPSI berasaskan landasan idiil Pancasila,
serta bertujuan membentuk manusia Pancasila sejati
·
Sayap
Garuda berwarna Kuning berototkan merah
§ berarti kekuatan bangsa Indonesia yang
bersendikan kemurnian, keluruhan dan dinamika, Sayap 18 lembar, bulu 5 lembar +
4 lembar + 8 lembar berarti tanggal berdirinya IPSI adalah 18 Mei 1948. Sayap
18 lembar, terdiri dari 17+1 berarti IPSI dengan semangat Proklamasi
Kemerdekaan berssatu membangun negara
·
Untaian
lima lingkaran : melambangkan bahwa IPSI melalui olahraga merupakan ikatan
perikemanusiaan antara pelbagai aliran dengan memegang teguh asas kekeluargaan,
persaudaraan dan kegotong royongan
·
Ikatan
pita berwarna merah Putih : bahwa IPSI merupakan suatu ikatan pemersatu dari
pelbagai aliran Pencak Silat, yang menjadi hasil budaya yang kokoh karena
dilandasi oleh rasa berbangsa, berbahasa dan bertanah air Indonesia, dan
·
Gambar
tangan putih di dalam Dasar hijau
§ menggambarkan bahwa IPSI membantu
negara dalam bidang ketahanan nasional melalui pembinaan mental/fisik agar
kader-kader IPSI berkepribadian nasional serta berbadan sehat, kuat dan tegap.
B. TOKOH-TOKOH
PIMPINAN IPSI :
Sejak tahun
1948 sampai 2005, di tataran nasional, IPSI dipimpin oleh 4 orang Ketua Umum PB
IPSI, yaitu:
·
Wongsonegoro
(1948-1973),
·
Tjokropranolo
(1973-1981),
·
Eddie
M. Nalapraya (1981-2003). dan
·
Prabowo
Subianto (sejak 4 Juli 2003 - sekarang).
Program
pembinaan Pencak Silat. Program utama disamping mempersatukan aliran-aliran dan
kalangan Pencak Silat di seluruh Indonesia, IPSI mengajukan program kepada
Pemerintah untuk memasukan pelajaran Pencak Silat di sekolah-sekolah. Usaha
yang telah dirintis pada periode permulaan kepengurusan di tahun lima puluhan,
yang kemudian kurang mendapat perhatian, mulai dirintis dengan diadakannya
suatu Seminar Pencak Silat oleh Pemerintah pada tahun 1973 di Tugu, Bogor.
· Jalur pembinaan seni
·
Jalur
pembinaan olahraga
·
Jalur
pembinaan bela diri
·
Jalur
pembinaan kebatinan
AJARAN BUDI PEKERTI
LUHUR SEBAGAI DIMENSI KEJIWAAN PENCAK SILAT.
Pengertian
Pencak Silat sebagai bagian integral dari budaya masyarakat
Nusantara, dalam substansinya yang utuh dan asli, memiliki dua
dimensi yang tak dapat dipisahkan satu dengan lainnya, walaupun dapat
dibedakan, yakni dimensi kejiwaan dan dimensi kejasmanian.
Masing-masing mempunyai sifat dan cara
pengkinerjaannya sendiri.
Dimensi kejiwaan dan dimensi kejasmanian Pencak
Silat mengandung 4 nilai sebagai satu kesatuan, yaitu nilai-nilai
etis, teknis, estetis dan atletis Manifestasi dari nilai-nilai
tersebut adalah empat aspek Pencak Silat sebagai satu kesatuan, yaitu
aspek mental-spiritual, beladiri, seni dan olahraga.
Masing-masing memiliki aspek mental-spiritual, beladiri, seni
dan olahraga sebagai satu kesatuan tetapi dengan penekanan pada salah satu
aspek sesuai dengan kecabangannya.
Nilai-nilai Pencak Silat
Nilai-nilai
Pencak Silat adalah semua hal yang dijunjung tinggi serta
mewarnai, menjiwai, memotivasi dan mempedomani kehidupan Pencak
Silat.
Pencak Silat mempunyai empat nilai sebagai satu
kesatuan, yakni : nilai etis, teknis, estetis dan atletis.
Nilai ini berguna bagi kepentingan perkelahian
untuk membela diri.
Nilai estetis adalah nilai keindahan, keselarasan
dan keserasian. Nilai ini berguna bagi kepentingan hiburan dan
kese-nangan. Nilai-nilai etis dan teknis mengacu pada pemenuhan kebutuhan
dan kepentingan akan keamanan, sedangkan nilai-nilai estetis dan atletis
mengacu pada pemenuhan kebutuhan dan kepentingan akan
kesejahteraan. Keduanya meliputi segi kejiwaan dan jasmaniah.
Jatidiri Pencak Silat
Jatidiri
Pencak Silat sebagai suatu totalitas, yang secara kumulatif menunjukkan
kesejatian, keutuhan, keaslian dan keunikan Pencak
Silat, ditentukan oleh empat hal utama sebagai satu kesatuan.
Ajaran
Budi Pekerti Luhur Sebagai Dimensi Kejiwaan Pencak Silat.
Setiap sistem beladiri,
dari manapun asalnya, selalu memiliki dimensi kejiwaan yang sekaligus juga
berfungsi sebagai basis kejiwaan. Dimensi atau basis kejiwaan suatu sistem
beladiri, biasanya adalah suatu falsafah atau ajaran moral masyarakat dan
budaya dari mana sistem beladiri itu berasal.
PENJABARAN ASPEK-ASPEK
KEILMUAN YANG TERKANDUNG DIDALAM PENCAK SILAT DALAM HUBUNGANNYA DENGAN UPAYA
MEMBENTUK JATI DIRI BANGSA.
1. Menjelaskan arti, fungsi dan macam Seni Bela Diri.
Seni
bela diri merupakan satu kesenian yang timbul sebagai satu cara seseorang untuk
mempertahankan/membela diri. Seni bela diri telah lama ada dan berkembang dari
masa ke masa. Pada dasarnya, manusia mempunyai insting untuk selalu melindungi
diri dan hidupnya. Dalam tumbuh atau berkembang, manusia tidak dapat lepas dari
kegiatan fisiknya. Hal inilah yang akan memicu aktivitas fisiknya sepanjang
waktu.
- Fungsi seni bela diri
:
· Tubuh
lebih bugar.
· Mengontrol
Berat Badan.
· Melatih
kemampuan motoric
· Mampu
membela diri
· Meningkatkan
displin dan Komitmen.
· Belajar
percaya diri.
· Melatih
kemampuan bersosialisasi
- Macam-macam seni bela diri :
· Pencak
silat
· Tarung
Derajat
· Karate
· Taekwondo
· Jujutsu
· Judo
· Aikido
· Ninjutsu
· Kung Fu
2) Macam
aliran dan Perguruan silat di Indonesia dan luar negeri.
a) Aliran
Silat Indonesia
1) Aliran Kumango
Satu
diantara silat yang tumbuh dan berkembang di Lantai Batu Sumatra Barat adalah
aliran silat Kumango. Sesuai dengan namanya silat ini berasal dari kampung
Kumango. Guru pertamanya adalah Syech Abdul Rahman yang karena kepandaiannya
bersilat di daerah tersebut mendapat sebutan Syech Kumango. Guru silat ini
kemudian mempunyai dua anak yang bernama Ibrahim Paduko Sultan dan Syamsarif
Malin Marajo.
2) Aliran Cingkrik
Cingkrik
merupakan salah satu aliran silat Betawi. Karena beberapa gerakan utama dalam
aliran silat ini adalah berlompatan dengan satu kaki (orang Betawi menyebutnya
Jejingkrikan), silat ini disebut Jingkrik atau Cingkrik. Cingkrik inilah yang
dipercaya menjadi “mainan” Si Pitung. Dalam perkembangannya, Cingkrik terpisah
jadi beberapa aliran yang namanya diciptakan oleh orang yang mengajarkannya.
Sampai saat ini ada dua aliran Cingkrik, yakni Cingkrik Sinan dan Cingkrik
Goning.
3) Aliran Sabeni
“MAEN
PUKULAN “ aliran SABENI. Saat ini aliran Sabeni dilestarikan oleh anak dan
keturunan dari Sabeni dan berpusat di daerah Tanah Abang, salah satunya adalah
Bapak M. Ali Sabeni yang merupakan anak ke-7 dari Sabeni yang selain sebagai
penerus Silat Sabeni juga seorang tokoh seniman Sambrah Betawi (Orkes Melayu
Betawi).
4) Aliran Beksi
Ilmu
Seni Bela Diri BEKSI berasal dari Negeri China yang dibawa pertama kalinya ke
Indonesia (Batavia.red) oleh seorang guru keturunan China yang bernama “Alm.
Lie Ceng Oek” yang bermukim dan bertempat tinggal di daerah Dadap, Tangerang.
5) Aliran Cimande
Menurut
informan Pencak Silat aliran Cimande pertama kali diciptakan dari seorang Kyai
bernama Mbah Kahir. Mbah Kahir adalah seorang pendekar Pencak Silat yang
disegani. Pada pertengahan abad ke XVIII (kira-kira tahun 1760), Mbah Kahir
pertama kali memperkenalkan kepada murid-muridnya jurus silat. Oleh karena itu,
ia dianggap sebagai Guru pertama silat Cimande.
6) Aliran Cikalong
Bermula
dari nama desa Cikalong Kabupaten Cianjur pencak silat Cikalong tumbuh dikenal
dan menyebar, penduduk tempatan menyebutnya "Maempo Cikalong".
Khususnya di Jawa Barat dan diseluruh Nusantara pada umumnya, hampir seluruh
perguruan pencak silat melengkapi teknik perguruannya dengan aliran ini.
b) Aliran Silat Luar Negri
1) Malaysia.
· Gayung Malaysia
- salah satu dari 4 perguruan silat terbesar yang memiliki reputasi di
Malaysia.
· Silat
Cekak – merupakan tipe silat bertahan, sebab memakai 99% teknik bertahan dan
hanya 1% teknik menyerang. Merupakan salah satu dari 4 padepokan silat terbesar
yang memiliki reputasi di Malaysia.
· Silat
Lincah - salah satu dari 4 padepokan silat terbesar yang memiliki reputasi di
Malaysia.
2) Thailand.
· Seni
Gayung Fatani – aliran silat Malaysia berasal dari Propinsi Pattani di Thailand
Selatan. Salah satu dari 4 perguruan silat terbesar yang memiliki reputasi di
Malaysia
3) Filipina.
· Maphilindo
Silat – aliran silat yang didirikan oleh Dan Inosanto untuk menghormati guru
silatnya. Tersusun dari aliran silat Malaysia (Ma), Philippines (Phil) dan
Indonesia (Indo).
4) Eropa.
· Persaudaraan
Setia Hati.
· Persaudaraan
Setia Hati Terate.
· Perisai
Diri.
wah sangat menambah wawasan sekali tentang dunia persilatan
ReplyDeleteWahh sangat berguna ya
ReplyDeleteterimakasih atas saran dan masukannya, demoga bermanfaat bagi kita semua 🙏🏻
Deletejempol
ReplyDeletemantapp kak 🙌🏼
Deletebagus bet
ReplyDeleteterimakasih kak 🤗
DeleteMantap mas
ReplyDeleteterimakasih banyak kak 🙌🏼
Deletewah impresif
ReplyDeletemantapp deh 🤗
DeleteOghey
ReplyDeletemantapp deh kak
DeleteSemoga bermanfaat 🙏
ReplyDeleteterimakasih atas saran dan masukannya, semoga bermanfaat bagi kita semua 🙏🏻
Deletesangat bermanfaat sekali dlm mengerjakan tugas aku, makasih ya
ReplyDeleteterimakasih atas saran dan masukannya, semoga bermanfaat bagi kita semua 🙏🏻
DeleteSangat bermanfaat sekali
ReplyDeletesemoga bermanfaat bagi kita semua yak🙌🏼
DeleteNambah pengetahuan sekali... Sukses selaluu
ReplyDeleteterimakasih atas saran dan masukannya, semoga bermanfaat bagi kita semua 🙏🏻
Deletesangat bermanfaat sekalii
ReplyDeleteterimakasih atas saran dan masukannya, semoga bermanfaat bagi kita semua 🙏🏻
DeleteTerima kasih, sangat membantu
ReplyDeletesiap sama sama kak semoga bermanfaat bagi kita semua ya🙏🏻
ReplyDelete